IMF: Akibat Krisis Keuangan, AS akan Kehilangan Pengaruh Politik dan Ekonominya di Dunia

Imagekhabarislam.wordpress.com. Laporan Badan Moneter Internasional (IMF) mengenai kondisi  ekonomi global yang dipublikasikan pada Rabu (8/10) menyatakan, akibat krisis keuangan yang tengah dihadapi, peran dan pengaruh politik dan ekonomi AS di dunia internasional akan berkurang. Menurut laporan tersebut,  untuk masa-masa mendatang AS dan Uni Eropa akan lebih  konsentrasi menyelesaikan permasalahan dalam negerinya sendiri, akibat dampak krisis tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh analis pasar uang di London, Antwan Matar kepada Aljazeera mengatakan bahwa krisis keuangan yang dihadapi AS dan akan menyusul negara-negara Uni Eropa akan mengurangi peran internasional AS dan Uni Eropa.

Hal ini dikarenakan, menurut Matar, AS selama ini adalah pemiliki perekonomian terbesar dan terkuat di dunia, sehingga kontribusi dan peranannya di lembaga-lembaga keuangan global juga besar, sehingga mampu mengendalikan kebijakan-kebijakan lembaga-lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia dan IMF.

Dengan adanya krisis finansial yang dihadapinya, baik AS dan Uni Eropa dalam jangka menengah akan lebih mengarahkan kebijakan moneternya untuk membenahi kondisi ekonomi dalam negerinya. Oleh karena itu, menurut Matar, AS dan Uni Eropa akan mengurangi berbagai bantuan luar negerinya dan program-program kemanusiaan yang didanainya, khususnya di negara-negara berkembang.

Terkait dengan efektifitas UU Bailout dalam meredam gejolak krisis, Matar mengatakan tidak yakin UU itu akan mampu mengeluarkan AS dari ancaman resesi. Bahkan dia memperkirakan akan semakin banyak bank-bank dan perusahaan-perusahaan finansial AS yang akan menyatakan pailit. ” UU itu  tidak terlalu banyak berpengaruh”, tukasnya seperti dikutip Aljazeera. [syarif/alj/www.suara-islam.com]

Satu Tanggapan ke “IMF: Akibat Krisis Keuangan, AS akan Kehilangan Pengaruh Politik dan Ekonominya di Dunia”

  1. Assalamu;alaikum wr wb
    Kita harus waspada kalau-kalau semua ini adalah Grand Design yang dirancang oleh AS, dengan maksud menguasai sumber-sumber daya alam yang pada saat sekarang ini dikuasai oleh antara lain umat islam dan dunia ketiga. Saya curiga dollar menguat atau stabil sementara mata uang negara-negara miskin malah turun, sehingga dengan demikian sumber daya kita menjadi murah.
    Kita tidak bisa cuma berteriak bahwa ekonomi syariah adalah lebih baik! AS dan Yahudi patut dicurigai berada di belakang ini semua.
    Ironisnya, ekonom kita malah sibuk diskusi saling membanggakan teorinya, dan menganggap orang lain melakukan ketololan. Waah, payah…
    Salam,
    nino

Tinggalkan Balasan