Jumat Kemarahan Bagi Warga Al-Quds

khabarislam.wordpress.com. AL-QUDS — Gerakan Pembelaan Kampung Bustan didaerah Silwan arah timur kota Al-Quds mengajak segenap umat untuk melaksanakan shalat jumat di tanah di mana 88 keluarga terancam digusur Israel. Ini adalah penggusuran terluas yang pernah dilakukan oleh Isael dan akan mengusir 1.500 warga Palestina selama ini menempati perkampungan tersebut.
Sementara itu, Yayasan Al-Quds Internasional yang bertempat di Beirut mengajak “Warga Arab dan umat Islam di mana pun berada agar menjadi Jumat ini sebagai Hari “kemarahan” sebagai bentuk solidaritas kita terhadap saudar kita di kampung Bustan dan semua saudara yang telah menjadi korban di Al-Quds yang telah menyatakan Jumat ini sebagai Hari Kemarahan warga Palestina untuk warga Silwan.”
Sementara itu Fawzi Barhum, salah satu pentolan HAMAS beberapa hari lalu menegaskan bahwa Israel harus membayar atas tindakan kejahatannya, membayar berlanjutnya rencana bodoh berupa penghancuran. Ia mengatakan, “Kami tidak mungkin menerima Zionis dan pasukan kriminilnya merasa aman-aman saja sementara itu tidak dirasakan oleh rakyat Palestina. Ia menekankan bahwa semua sarana legal dilakukan untuk menjaga warga kami dan tempat suci kami.
Barhoum mengisyaratkan bahwa penjajah Israel melanjutkan rencana-rencananya untuk meghancurkan hak-hak rakyat Palestina, merampas tanah mereka dan harta benda, dan mencaplok kota Al-Quds dan menghabisi rambu-rambu dan peninggalan dan fitur-fitur Islam. Israel menggunakan semua cara untuk yahudiasai kota suci ini dan mengusir warga aslinya dari sana.
Ia menyerukan kepada bangsa Arab dan dunia Islam, OKI, ulama Islam, Liga Arab untuk segera bergerak menyelamatkan kota Al-Quds dan masjid Al-Aqsha, mendukung ketegaran perlawanan Palestina dalam menghadapi yahudisasi Israel, menghentikan segala kejahatan Israel terhadap kota suci Al-Quds, dan mereka harus bertanggungjawab dalam hal ini. Sebab Al-Quds bukan milik Palestina saja namun milik semua bangsa Arab dan umat Islam.
Februari 28, 2009 pada 4:03 pm
waww…ini betul-betul perlu di waspadain