1 dari 3 Warga Muslim Eropa Alami Diskriminasi
Sekitar 31 persen kaum Muslim di Eropa merasa mengaku mengalami perlakukan diskriminatif. Demikian menurut survey
khabarislam.wordpress.com. Sepuluh persen dari umat Islam yang mengalami perlakuan buruk dan diyakini hanya karena agama, sementara lebih dari setengahnya merasa karena alasan etnis, demikian survei terbaru EU’s Fundamental Rights Agency. Penelitian juga mencatat, sebanyak 11 persen responden juga pernah menjadi korban tindak kejahatan yang bermotif rasial. Diskriminasi terhadap Muslim di Eropa ternyata lebih luas daripada yang diberitakan. Ini membuktikan, satu dari tiga Muslim di Eropa mengalami perlakukan diskriminatif.
Laporan ini melibatkan pendapat kaum muslim yang tinggal di 14 negara di Eropa dan minoritas secara umum dari 27 negara anggota Uni Eropa. Laporan mengetahui bahwa sampai 81 persen dari orang yang diwawancarai tidak melaporkan perbuatan diskriminatif mereka.
“Tidak akan ada perubahan berarti oleh survey,” adalah alasan yang diberikan oleh banyak orang yang diwawacarai yang membuat mereka beralasan untuk tidak melaporkan perlakukan diskriminasi ini. “Sudah hal yang biasa, sudah terjadi setiap saat,” demikian menurut laporan.
Dalam beberapa kasus kekerasan telah meningkat di beberapa negara di berjalan sampai ke Eropa. Beberapa analis meramalkan adanya peningkatanselama pemilihan parlementer Eropa 4-7 Juni mendatang.
Dua dari lima orang Islam mengatakan mereka telah pernah dihentikan oleh polisi pada tahun 2008 atas dasar asal etnis mereka, dengan tuduhan dari etnis profil dari Afrika Utara di Spanyol atau Italia mencapai lebih dari 70 persen.
Tahun lalu
Sebelum ini, tahun 2008 lalu, Direktur Pusat Pemberantasan Rasisme Eropa, Joseph Difato, sudah pernah mengkonfirmasikan peningkatan aksi rasis terhadap warga Muslim di Belgia dan sejumlah negara anggota Uni Eropa lainnya.
Difato dalam laporannya menyebutkan, penyebaran Islamophobia oleh negara-negara Eropa dan pengaitan Islam dengan tindak kekerasan, merupakan faktor utama meningkatnya rasisme terhadap warga Muslim Eropa.
Seraya menjelaskan bahwa pada tahun 2007 lalu telah tercatat sebanyak 2.917 gugatan resmi aksi diskriminasi dan rasisme yang menimpa warga Muslim Eropa.
Difato juga menegaskan, Sebagian besar tindak diskriminasi dan rasialisme itu terjadi di dalam sarang transportasi umum, tempat-tempat umum dan instansi pemerintahan bahkan di pusat-pusat layanan kesehatan.