Puluhan Ribu Kaum Muslim Mindanao Melakukan Eksodus
khabarislam.wordpress.com. Sejak beberapa pekan terakhir, puluhan ribu orang melarikan diri meninggalkan kediaman mereka di wilayah selatan Filipina yang mayoritas penduduknya beragama Islam sejak beberapa pekan terakhir. Eksodus ini terjadi ketika pasukan pemerintah meningkatkan serangan menghadapi Front Pembebasan Islam Moro (MILF).
Menurut Mishael Argonza, pejabat Program Pangan Dunia PBB, WFP, ribuan orang meninggalkan rumah dan pertanian di Maguindanao, sebuah propinsi di Wilayah Otonomi Muslim Mindanao (ARMM).
Militer meningkatkan gempuran menyusul gagalnya perundingan damai dengan MILF, kelompok muslim terbesar di Filipina. Dalam beberapa pekan ini, militer menembakkan artileri dan mortir ke wilayah itu. Hampir 500 orang tewas, banyak dari mereka adalah warga sipil yang terjebak dalam pertempuran. Sekitar 2.000 rumah di Maguindanao terbakar.
Tahun lalu, laporan PBB menunjukkan sekurangnya 600.000 orang meninggalkan rumah di wilayah itu. Ini jumlah terbesar untuk penduduk yang kehilangan tempat tinggal di dunia.
Mindanao merupakan tempat pertama penyebaran Islam di Filipina pada abad ke-13 Masehi, sekitar 200 tahun sebelum penyebaran agama Kristen. Di wilayah ini dihuni lebih dari 5 juta umat Islam.
Sejak tiga dasawarsa, MILF melakukan perlawanan untuk kemerdekaan wilayah yang merupakan sumber daya alam terkaya di antara tiga pulau besar di Filipina. Lebih dari 120.000 orang tewas ketika konflik pecah pada akhir 1960-an.
Banyak penduduk yang mengungsi adalah mereka yang tinggal di dalam gubuk kecil yang dibuat dari batang bambu dengan atap jerami yang berdiri di sisi kiri dan kanan jalan tol di Maguindanao. Mereka berlindung di sejumlah masjid, sekolah, stadion olahraga dan rumah darurat.
Gempuran militer justru menghambat prospek perdamaian atau pembangunan ekonomi di kawasan itu.
“Karena situasi konflik, tak ada investor yang mau menanam saham di sana sekalipun wilayah itu memiliki sumber daya alam strategis,” ujar Ishak Mastura, penasihat ekonomi untuk gubernur Mindanao.