Infobesitas, Penyakit Remaja Tahun 2010

Takut ketinggalan informasi dan khawatir dikucilkan, membuat remaja jadi sakit. Tetapi infobesitas, kebanyakan informasi, menjadikan remaja stres

khabarislam.wordpress.com. Bukan kelebihan lemak di badan atau nama klub sepakbola Turki, Besiktas. Tapi ini adalah sebuah penyakit jenis baru. Bisa dibilang juga trend baru.

Saat ini terdapat keluhan dari orang yang dihinggapi kelebihan informasi dan takut ketinggalan berita ini: badan letih, kurang tidur, konsentrasi terganggu. Namanya, infobesitas. Diagnosa dokter menyebutkan bahwa: orang ini takut ketinggalan berita dan takut tidak punya teman.

Penyakit ini muncul sejalan dengan perkembangan teknologi, teristimewa internet. Remaja mencari sendiri luapan informasi yang ditawarkan di internet. Itu terbukti dari tingginya akun di Facebook, Hyves, Twitter  dan jaringan pertemanan lainnya yang jumlahnya berjuta-tuja.

Remaja banyak menghabiskan waktu di depan monitor internet dan mengirim SMS yang banyak, bahkan sampai puluhan sehari. Internet sudah menjadi bagian hidup mereka.

Stres

Ditambah lagi dengan HP yang dilengkapi sarana internet, sehingga sudah tidak mungkin lagi lepas dari jaringan internet selama 24 jam. Keinginan untuk terus menerus tersambung dengan internet, membuat remaja jadi stres.

Para ahli menilai bahwa di usia remaja, otak manusia belum tumbuh sempurna, dan masih sangat peka dengan informasi dari luar. Perilaku kecanduan games meningkat, sementara orang-orang dewasa di sekeliling, seperti guru dan orang tua, tidak bisa lagi mengawasi.

Ini menimbulkan dampak buruk, yaitu stres info. Si anak menjadi cepat lelah, kurang tidur, dan timbul masalah untuk bisa membagi waktu, serta konsentrasi terganggu.

Istilah infobesitas dicetuskan pertama kali oleh Rosa-Maria Koolhoven dari kota Utrecht. Dia bekerja di sebuah biro pengamat trend remaja di Belanda.

Infobesitas, adalah trend tahun 2010.

Sumber

Satu Tanggapan to “Infobesitas, Penyakit Remaja Tahun 2010”

  1. steaventea Berkata

    waw, ada penyakit seperti itu ya? :D . Saya juga pernah denger sih bahwa ada penyakit yang disebabkan oleh banyaknya informasi di otak, tapi sebenarnya bukan informasi yang dibutuhkan sehingga informasi yang ada hanya menambah beban pikir otak.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.