Hizbut Tahrir Ikut Mengkudeta ‎Mursi?

khabarislam.wordpress.com. Isu Mursi ini sangat vulgar dan pas momentumnya bagi sebagian saudara kita yang gagal paham dan menunjuk Hizbut Tahrir sebagai bagian dari kudeta militer, modusnya tidak sinkron dengan merepost kembali berita-berita serta pernyataan Hizbut Tahrir dikala Mursi berkuasa yang tidak ada sama sekali hubungannya dengan motif munculnya gerakan tamarod, padahal motif gerakan tamarod lebih kepada ketidakpuasan faksi-faksi yg menjadi koalisi besar ketika memenangkan Mursi dengan 2 alasan : Pertama, mesir belum bisa keluar dari krisis multidimensi. Kedua, faksi koalisi yang dulu ikut memenangkan Mursi di pilpres (salafi-al noura, liberal-baradei, koptik) menilai terjadi “ikhwanisasi” di level pemerintahan. setidaknya ini 2 motif tamarod kubu oposisi.

Hingga bisa kita simpulkan, urusan kudeta ini adalah urusan koalisi demokratis yang dulu “membersamai” Mursi memenangi pilpres, perlu dicatat : Mursi menang dengan 51% suara, dan suara IM 24% sisanya adalah suara faksi koalisi yang lain.

Uniknya Ikhwanul Muslimin yang berjuang keras dan menghadapi sendiri kudeta Militer di Mesir tak pernah satu kali pun mengeluarkan pernyataan tentang peran Hizbut Tahrir dalam Tamarod maupun kudeta militer, sedangkan ada di antara saudara-saudara kita mengambil berita tidak jelas atau sekedar meluapkan kekesalan, atau salah mengerti, bisa-bisanya menyulut isu yang tak berdasar.

Satu-satunya link yang dijadikan bukti bahwa Hizbut Tahrir mendukung Kudeta di Mesir adalah link ini:

http://dunia-islam.pelitaonline.com/news/2013/04/15/hizbut-tahrir-mesir-dukung-gerakan-anti-islam#.UdTZ7qw_T_Q

Siapapun yang meneliti gerakan Hizbut Tahrir, apalagi ikut di dalamnya bisa memastikan bahwa Hizbut Tahrir dalam link tersebut bukan Hizbut Tahrir yang di dirikan oleh Syaikh Taqiyuddin An Nabhani. Slogan “Agama milik Allah, Negeri milik bersama” jelas bukan slogan kami dan Hizbut Tahrir tidak akan pernah mau ikut dalam aksi seperti ini.

Di Mesir ada dua partai yang mencatut nama Hizbut Tahrir, satu Sufi dan satu lagi Syi’i. Namanya saja yang mirip, kedua partai tersebut bukan pecahan Hizbut Tahrir yang memperjuangkan khilafah. Ini pernah diberitakan di situs HT,

http://hizbut-tahrir.or.id/2011/11/09/32987/

Hizbut Tahrir yang artinya Partai Pembebas, bisa saja dicatut seperti halnya Partai Keadilan Sejahtera dengan Partai Keadilan Persatuan Indonesia.

Kalau Hizbut Tahrir berselisih paham dengan Mursi, maka jawabannya iya dan itu kasus perkasus, tapi memusuhi Ikhwanul Muslimin secara absolut tentu tidak. Sikap Hizbut Tahrir lebih layak dipandang sebagai sikap politik yang anti demokrasi, bukan permusuhan terhadap Ikhwanul Muslimin. Bahkan tetap mendukung Mursi dalam defenisi yang berbeda.

Sayangnya, ada di antara saudara-saudara kita malah menjadikan isu ini untuk mensatu front-kan saudaranya sendiri dengan oposisi tamarod, yang bahkan Ikhwanul Muslimin sendiri tidak merilis pernyataan tersebut. Dan sayang sekali jika pelakunya adalah da’i yang harusnya fokus menyorot persatuan ummat. [visimuslim.com]

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: