Suami minta saya berhenti bekerja

Assalamu’laikum Wr Wb  Ustad,

khabarislam.wordpress.com . saya ini ibu dari satu orang anak. Suami yang keras pendirian. Sebelum ini, saya dan suami sama-sama bekerja. Maklum, penghasilan keluarga suami pas-pasan. Belakangan, suami saya meminta saya tidak bekerja dan keluar rumah. Alasannya, tempat istri menjadi ibu, mengasun anak dan lebih mulia jika di rumah.  Saya yang terbiasa bekerja bingung. Apa sebaiknya yang harus saya lakukan? wassalam: Ina di Semarang
Wa’alaiku salam

Ibu Ina yang dirahmati Allah,
Pada dasarnya memberi nafkah keluarga itu merupakan tugas dan kewajiban dari suami terhadap istri dan anak-anaknya; yang berupa kebutuhan hidup sehari-hari, seperti: kebutuhan makan, pakaian, papan, pendidikan anak serta kesehatan. Tentu saja kualitas maupun kuantitasnya sangat relatif, tergantung tingkat kemampuan suami. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam al-Qur’an:

وَعلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلاَّ وُسْعَهَا ﴿البقرة: ٢٣٣﴾

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma`ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 233)
Jika kebutuhan keluarga telah dipenuhi oleh suami, kemudian suami menghendaki agar pembagian tugas dalam keluarga dapat dilakukan dengan baik, dengan meminta ibu lebih fokus untuk menunaikan tugas-tugas kerumah tanggaan, maka sesungguhnya itu lebih mulia. Karena Allah memerintahkan kepada Nabi Sallallahu alaihi wa sallam agar istri-istri dan anak-anak perempuan beliau lebih banyak beraktifitas di sekitar rumah.

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى ﴿الأحزاب:٣٣﴾

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu …” (QS. Al-Ahzab [33]: 33)
Kewajiban yang memang lebih utama bagi seorang istri adalah  menjadi menejer operasional rumah tangga, mengasuh dan mendidik anak-anak, serta tugas-tugas lain yang dilakukan dengan rumah sebagai basicnya.

وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا (رواه البخاري)

“… Dan wanita (istri) adalah pemimpin di rumah suaminya serta anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap kepemimpinannya …” (HR. Bukhari)
Saya memahami perasaan ibu, karena ibu sudah terbiasa banyak beraktifitas di luar rumah.
Bu Ina…, menjadi ibu rumah tangga bukan pekerjaan yang hina. Bahkan sangat mulia, jika kita menyadarinya. Bukankah seorang wanita yang mulia, jika mampu menjadikan suaminya bahagia di rumah dan di tempat kerja. Bukankan ia seorang wanita yang hebat, jika mampu mengantar putra putrinya menjadi anak-anak yang shaleh dan shalihah sebagai calon pemimpin bangsa? Sungguh pekerjaan tersebut sangat mulia bagi masa depan sebuah bangsa. Lebih-lebih dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala.  Jika ibu ingin membantu suami untuk memperoleh penghasilan tambahan, itupun sesungguhnya dapat dilakukan dengan tanpa meninggalkan tugas-tugas utama di rumah tangga. Banyak kita temukan para ibu yang dapat memperoleh penghasilan yang tidak kecil, dilakukan dari rumahnya. Seperti: produksi pakaian, makanan, jasa, bahkan penulis buku. Di era informasi seperti saat ini justru bayak sekali kemudahan yang yang dapat diperoleh oleh para ibu beraktifitas tanpa meninggalkan fungsi utamanya menjadi menejer rumah tangga. Bu Ina, saya sarankan agar ibu melakukan dialog lebih intensif dengan suami ibu. Musyawarahkan segala sesuatunya agar dapat memenuhi harapan semua pihak. Yakinlah kepada Allah, selama yang kita lakukan dengan maksud untuk lebih menyempurnakan ketaatan kita kepada Allah, insya-Allah kemudahan-kemudahan akan selalu kita dapatkan. Semoga Rahmat Allah selalu menyertai kehidupan  ibu sekeluarga.
Wassalam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: