Soal NII, Intelijen Pantau Ponpes Al Zaitun

khabarislam.wordpress.com. Terkait adanya dugaan keterlibatan penyebaran NII, pihak kepolisian dikabarkan tengah melakukan pemantauan terhadap pondok pesantren Al-Zaitun yang terletak di Indramayu, Jawa Barat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar kepada para wartawan saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (26/4).

“Intelejen keamanan kita melakukan pemantauan terhadap kegiatan yang kita duga dapat mengarah pada suatu ancaman,” kata Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, sebagaimana situs okezone, Selasa, (26/4).

Menurutnya, Boy, pihaknya dan intelejen tengah melakukan pemantauan tersebut untuk mengetahui terhadap kegiatan yang ada di pondok pesantren Al-Zaitun yang diduga dapat mengarah pada suatu ancaman kedaulatan NKRI untuk mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) atau dalam kata lain disebut makar.

Kasus NII mencuat ke media massa berkaitan dengan banyaknya daftar orang hilang. Untuk mencegah berkembangnya kelompok itu, Mabes Polri juga meminta instansi terkait seperti Kementrian Agama, Kemendiknas dan masyarakat bisa bekerjasama.

Sebagaimana diketahui, Pondok Pesantren Az Zaitun pimpinan AS Panji Gumilang  saat ini memiliki santri 8.000 orang dengan jumlah karyawan mencapai 4.000 orang. Pesantren dengan luas  mencapai 1.200 hektar ini juga memiliki universitas dengan jurusan Bahasa, Kedokteran, IT, Teknik dan Pertanian.*

Sumber

Iklan

2 Tanggapan to “Soal NII, Intelijen Pantau Ponpes Al Zaitun”

  1. Bagaimana dengan ilmu yang di pelajari apakah sudah sesuai dengan syariat islam ?

  2. abu azzam Says:

    kita jangan ikut2an terjebak kaum kufar & anti syariah untuk meojokan NII. Karena NII Al’Zaytun adalah proyek intelejen untuk menjatuhkan NII yang telah diperjuangkan oleh Asyahid KARTOSUWIRYO. Kita yang mengaku pejuang syariah dengan hati yang jernih harus mengakui “keberhasilan” beliau dalam usaha menerapkan syariah ISLAM di INDONESIA. Saya pernah membaca hasil dari konferensi CISAYONG (tasikmalaya) bahwa tujuan akhir dari perjuangan NII adalah menegakkan KHILAFAH. Wlaupun mungkin caranya agak kurang “nyunnah” tapi kita menghargai perjuangan beliau. beliau tidak pernah menyerah sampai akhir hayatnya. Beliau tidak pernah memberontak pada pemerintah RI. Karena setelah perjanjian RENVILE 1948 RI hanya tinggal Yogya dan sekitarnya. Yang lain di bawah Belanda. Saya bukan anggota NII, tapi saya tidak pernah memojokan NII Kartosuwiryo. Mudah2an kitya menghargai perjuangan tokoh seperti Hassan Al Banna, Sayyid Qutb, Kartosuwiryo dll. kalau cara mereka ada kesalahan kita perbaiki saat ini. Tidak ada manusia yang sempurna. ALLAHUAKBAR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: