1200 Orang Hadiri Konferensi Rajab 1432 H di Palembang

khabarislam.wordpress.com. Sekitar 1200 orang dari berbagai kalangan menghadiri konferensi rajab 1432 H yang di gelar oleh Hizbut Tahrir Indonesia Daerah Sumatera Selatan pada hari Sabtu tanggal 18 Juni 2011 bertempat di Gedung  Serba Guna Asrama Haji Palembang.  Hadir sebagai pembicara dalam konferensi tersebut yaitu Ustadz Budianto Haris (DPD HTI Sumatera Selatan), Ustadz Adi Susanto (DPD HTI Sumatera Selatan), Ustadz Abu Miqdad (DPP HTI), Prof. Syarifuddin M. Zein , Ustadz Mahmud Jamhur (DPD HTI Sumsel) dan Ustadz Tun Kelana Jaya (DPP HTI).

Konferensi rajab yang di gelar di kota yang  pernah menerapkan syariah islam sehingga dikenal dengan nama Palembang Darusalam ini semakin memantapkan  dukungan penegakkan syariah dan khilafah. Hal ini nampak dari pernyataan para peserta  yang hadir. Diantaranya pernyataan dari Ust. Ayik Farid Sekretaris MUI Sumsel bahwa tugas sebagai umat islam untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar tidak mungkin terlaksana tanpa penegakkan syariah dan khilafah.

Demikian juga pernyataan dari Bapak H. Muhammad Yamin AR salah satu tokoh pengusaha bahwa kita harus berjuang menegakkan khilafah meski mungkin kita tidak menikmatinya tapi anak cucu kita akan menikmatinya. Beliau merasa sangat terharu dengan perjuangan Hizbut Tahrir karena masih ada kelompok yang ikhlas dan peduli terhadap kondisi umat islam. Menurut beliau jika tidak ada kelompok yang seperti ini maka Alllah sudah menghancurkan kita.

Pernyataan dukungan yang lainnya berasal dari tokoh intelektual Dr. Ir. H. M. Hatta Dahlan, M.Eng, tokoh muslimah Dra. Dyah Hapsari, M.Si dan perwakilan mahasiswa Universitas Sriwijaya, Rizal Fahmi.

Bukan itu saja, konferensi ini juga mampu menggelorakan semangat sekaligus kerinduan akan tegaknya khilafah. Bahkan saking rindunya, salah satu rombongan peserta dari desa Talang Seleman Kab. Ogan Ilir meminta ar Royah untuk bisa di bawa pulang dan dipasang di kampungnya.

Antusiasme peserta juga terlihat jauh hari sebelum acara. Sebagaimana yang dilakukan Ibu Iir seorang ibu rumah tangga. Meski awalnya suami dan keluarganya tidak mendukung kehadirannya di konferensi rajab namun beliau kemudian mengumpulkan uang dengan cara menitipkan gorengan  di warung-warung (sesuatu yang tidak pernah dilakukan sebelumnya) hanya untuk membelikan tiket untuk dirinya dan lima keluarganya (termasuk suaminya). Demikian juga dengan Ibu Marleni, seorang pembantu rumah tangga yang rela meminjam uang pada majikan dengan jaminan gaji dua bulan ke depan  untuk membeli tiket VVIP.

Jarak yang cukup jauh tidak menyurutkan semangat peserta dari luar Palembang untuk hadir pada konferensi rajab. Meski harus naik sepeda motor selama empat  jam perjalanan, seperti peserta dari Baturaja. Demikian juga resiko pecah ban dan ditilang polisi seperti yang dialami peserta dari Pendopo dan Prabumulih tidak menyurutkan langkah menuju tempat acara. Bahkan banyak peserta dari luar daerah yang terpaksa datang sehari sebelumnya agar tidak terlambat mengikuti konferensi. Ukhuwah islam benar-benar tercipta tatkala beberapa orang panitia dengan ikhlas menyediakan rumahnya untuk tempat menginap peserta dari luar daerah meski belum kenal sebelumnya.

Kerinduan dan semangat perjuangan penegakkan khilafah yang tercipta pada saat konferensi membuat beberapa peserta sampai menitikan air mata dan bersedia mengikuti pembinaan bersama Hizbut Tahrir sebagai dukungan terhadap perjuangan penegakan syariah dan khilafah.[]

Lihat: [FOTO] Konferensi Rajab 1432 H Palembang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: