Endang Sri Rahayu, Menteri Kesehatan yang Tidak Sehat

khabarislam.wordpress.com. Mundur. Itulah satu kata yang akhirnya diputuskan oleh Menteri Kesehatan Endang Sri Rahayu Sedyaningsih. Ia merasa tak lagi mampu untuk meneruskan pekerjaannya sebagai Menkes karena penyakit paru-paru yang dideritanya.

Endang mengajukan permohonan pengunduran diri saat dijenguk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Kamis siang, (26/4/2012).

“Saya sudah melihat keadaan Bu Menteri dan sudah ngobrol panjang lebar dan berdoa bersama. Beliau mengajukan permohonan pengunduran diri agar lebih berkonsentrasi ke pengobatan,” kata SBY.

Menkes dideteksi mengidap kanker paru sejak Oktober 2010. Sejak itu Menkes telah menjalani pengobatan baik di dalam negeri dan luar negeri selama kurang lebih satu setengah tahun. Meskipun Endang pernah menunjukkan bila dirinya sehat dengan cara menaiki tangga kantornya secara manual, tidak melalui lift.

Kemunduran Endang ini sekaligus menjawab teka-teki yang beredar selama ini bahwa sebenarnya dia tidak layak untuk menjadi Menkes. Endang diinformasikan mengidap penyakit paru sesaat setelah audisi calon menteri pada 2009 silam. Pengangkatan Endang, menurut sumber Suara Islam Online, adalah atas jasa Amerika Serikat. Endang dinilai menguntungkan AS dalam hubungannya dengan Laboratorium NAMRU-2. Sekarang terbukti, Endang adalah menteri kesehatan yang tidak sehat.

Siapa Endang?

Menteri kesehatan yang ditunjuk oleh Presiden SBY untuk menggantikan Siti Fadilah Supari ini nama lengkapnya adalah Dr. dr. Endang Rahayu Sedianingsih, MPH. Ia lahir di Jakarta pada tanggal 3 Februari 1955.

Pendidikan dokternya di selesaikan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Tahun 1979. Gelar masternya (Master of Public Health) ia peroleh di Harvard University, Boston, Amerika Serikat pada tahun tahun 1992 pada jurusan kesehatan masyarakat. Gelar Doktor Kesehatan Masyarakat ia sabet di universitas yang sama pada tahun 1997.

Menurut situs resmi Departemen Kesehatan, http://www.depkes.go.id, istri dari dr. MJN Mamahit, Sp.OG ini memulai karirnya di Depkes sejak tahun 1990. Tahun 2004 sebagai pejabat fungsional dengan pangkat Peneliti Madya. Pada 26 Januari 2007 dipercaya oleh Menkes Siti Fadilah Supari sebagai Kepala Puslitbang Biomedis dan Farmasi. Pada 24 Juli 2008 sebagai peneliti Madya dan sejak 1 Agustus 2008 sebagai Peneliti Utama pada Puslitbang Biro Medis dan Farmasi.

Ibu dari 3 orang putra dan putri, Arinanda Wailan Mamahit, Awandha Raspati Mamahit, dan Rayinda Raumanen Mamahit yang pernah bekerja di Puskesmas di Nusa Tenggara Timur selama 2,5 tahun ini pernah dua kali memperoleh penghargaan yakni sebagai Penulis Artikel terbaik ke-2 Badan Litbangkes tahun 2000, Presentasi Poster Terbaik ke-3 pada Conferensi Asia Pasifik ke-3 tentang Perjalanan Kesehatan.

Karya-karya Endang R. Sedyaningsih di antaranya adalah Pengembangan Jaringan Virologi dan Epidemiologi Influenza di Indonesia (2007), Karakteristik kasus-kasus flu burung di Indonesia (Juli 2005-Mei 2006), dan Kajian penelitian sosial dan perilaku yang berkaitan dengan Infeksi Menular Seksual, HIV/AIDS di Indonesia (1997-2003).

Terkait hubungannya dengan laboratorium Namru 2 (Naval Medical Research Unit/NAMRU-2), wanita yang pernah menjadi staf litbang Depkes ini, dituding oleh mantan Menkes sebelumnya, Siti Fadilah Supari, sebagai orang orang yang mengirimkan spesimen virus influenza A (H5N1) ke laboratorium NAMRU-2 saat Departemen Kesehatan yang saat itu dia pimpin memutuskan untuk menghentikan pengiriman spesimen guna memprotes mekanisme pertukaran virus WHO yang tidak adil.

Dia memiliki akses untuk keluar masuk dengan bebas di Namru. Aktivitasnya ini kemudian diketahui oleh Siti. Karena ketahuan itulah kemudian Endang dimutasi jabatannya dan diminta untuk minta maaf kepada Siti Fadilah.

Mengenai kedekatannya dengan orang-orang di laboratorium riset Angkatan Laut Amerika ini, Endang mengatakan sebagai peneliti dia sering berhubungan dengan lembaga-lembaga riset di dalam dan luar negeri termasuk Namru 2 dan mengenal orang-orang yang bekerja di sana.

“Jadi saya dekat dengan NAMRU, saya dekat dengan Belanda, saya dekat dengan NIID (National Institute of Infectious Diseases) di Jepang, saya dekat dengan China, ada penelitian malaria. Sebagai peneliti kita dekat dan bekerja sama. Jadi tidak ada saya dekat dengan ini, tidak dekat dengan itu. Itu semua berbasis profesional kerjasama,” tegas Menkes Endang Rahayu ketika ditanya perihal kedekatannya dengan Namru, tiga tahun silam.

Karenanya wajar jika banyak kalangan yang keberatan dengan penunjukan dirinya. Bahkan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin juga mengaku kecewa ketika mengetahui orang yang diangkat SBY sebagai Menkes, yakni Endang, ternyata dekat dengan lembaga penelitian Amerika Serikat dan lembaga-lembaga penelitian asing lainnya.

Direktur An Nashr Institute, Munarman, yang pernah mengangkat soal Namru 2 ini ke publik mengatakan bahwa dengan penunjukkan Endang membuktikan Indonesia tunduk pada Amerika. Anggota Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, Sp.OT malah menyatakan Endang sebagai orang yang tak loyal pada bangsa dan negara. ”Buktinya ia mengirimkan virus ke luar negeri”, ungkap Jose. [SIOnline/al-khilafah.org]

Satu Tanggapan to “Endang Sri Rahayu, Menteri Kesehatan yang Tidak Sehat”

  1. KeritingRambut2304 Says:

    kalau memang begitu adanya cerita diatas berarti begitu sdh banyak konspirasi di negara ini terhadap 9 komponen strategis bangsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: