Wajah Asli Pemerintah Neolib: Utamakan Kapitalis, Abaikan Rakyat

Dr. Arim Nasim

khabarislam.wordpress.com. Pernyataan Menteri Keuangan Chatib Basri yang menyebutkan segala kebijakan pemerintah demi investor semata, menurut Pengamat Ekonomi Arim Nasim itulah wajah asli sistem pemerintahan neolib.

“Kebijakan pemerintah neoliberal memang selalu mengutamakan kepentingan para kapitalis dan mengabaikan kepentingan rakyat,” ungkapnya kepada mediaumat.com melalui pesan singkat, Senin (16/9).

Arim pun menyatakan: “Ketika rupiah melemah dengan enaknya (pemerintah, red) mengatakan Rupiah masih lebih baik dari Rupee, padahal rakyat sangat menderita akibat melemahnya nilai rupiah.”

Ia pun menyatakan, rakyat yang berpenduduk mayoritas Muslim ini tidak akan pernah keluar dari krisis ekonomi ini selama pemerintahnya tetap menjalankan sistem kapitalisme. “Saatnya ganti rezim dan sistem kapitalis dengan Syariah dan Khilafah,” pungkasnya.

Seperti dilansir detik.com (15/9) dalam judul Chatib Basri Sebut Segala Kebijakan Pemerintah Demi Investor Semata. Menurut Chatib, percuma jika kebijakan menjadi tidak penting bagi investor. Misalnya seperti pengelolaan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang sama sekali tidak berpengaruh bagi investor.

“Kalau anda address isu yang menurut anda penting, investor nggak lihat, nggak ada dampaknya. Misalnya saya bicara mengenai perbaikan BLSM, itu penting buat kita, tapi investor nggak peduli tentang itu, apa pun yang anda lakukan adalah tidak berpengaruh pada instabilitas nilai tukar. Kita harus address yang menurut mereka isu utama,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: