Naudzubillah, Dewan Etika Jerman Ingin Legalkan Hubungan Sedarah

khabarislam.wordpress.com. Jerman – Saat ini, di beberapa negara barat, termasuk Jerman, hubungan sesama saudara kandung, atau incest, sudah banyak dilakukan. Di mana dalam sebuah survey yang dilakukan oleh Max Planck menyatakan, empat persen warga Jerman melakukan hubungan incest.

Oleh sebab itu, Dewan Etika di sana sedang melakukan lobi kepada pemerintahan Jerman, supaya ada legalisasi hubungan antar saudara ini. Mereka berdalih, karena memilih pasangan adalah hak dasar bagi setiap manusia. Jadi siapapun bebas menentukan pasangannya masing-masing.

Juru bicara dewan menjelaskan, jika saat ini di negara-negara barat hubungan sesama saudara ini kian mengalami peningkatan, dan itu bukan lagi hal yang tabu di masyarakat modern. Masalah anak, mereka bisa menentukan apakah ingin memiliki keturunan atau tidak, dan hal itu dikembalikan kepada pasangan masing-asing.

Namun konselor Angela Merkel, menolak legalisasi tersebut. Karena dengan dilegalkannya hubungan tersebut, maka anak-anak yang akan mengalami cacat mental dan fisik akan meningkat. Bagaimana pun juga, DNA yang lemah dari masing-masing pasangan akan mendominasi, dan itu menyababkan anak yang terlahir cacat.

Dalam dunia kesehatan saat ini, hubungan saudara kandung sangatlah tidak dianjurkan, karena ternyata amat berbahaya bagi kesehatan. Hubungan tersebut berpotensi tinggi menghasilkan keturunan yang lemah, cacat, baik fisik maupun mental. Bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Hal ini dimungkinkan karena gen-gen pembawa sifat lemah terakumulasi pada keturunannya. Penelitian menunjukkan bahwa anak hasil perkawinan seperti ini memiliki risiko lebih besar menderita penyakit-penyakit genetik tertentu dari pada perkawinan pada umumnya. Biasanya penyakit tersebut adalah penyakit yang berhubungan dengan kelainan darah. Thalasemia dan Haemophilia adalah salah satunya.

Dalam pandangan Islam, hubungan sedarah jelas haram tidak boleh dilakukan, Allah Swt berfirman:

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”,
(QS. An-Nisa 23).

Subhanallah.. Ayat ini telah diturunkan pada abad 7, jauh sebelum adanya penemuan ilmiah bahwa perkawinan antar anggota keluarga beresiko menurunkan keturunan yang rentan dan lemah, bahkan bisa mematikan. Maha benar Allah dengan segala firmanNya. suara-islam.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: