Para Agen Badan Anti-Narkoba Amerika Berpesta Seks Didanai Gembong Narkoba

Para Agen Badan Anti-Narkoba Amerika Berpesta Seks Didanai Gembong Narkoba

khabarislam.wordpress.com. Aparat hukum anti-narkoba Amerika itu juga dihujani dengan uang, hadiah-hadiah mahal dan bahkan senjata api.

Para agen yang bertugas di lembaga penegakan hukum khusus kejahatan yang berkaitan dengan narkoba Amerika Serikat, Drug Enforcement Administration (DEA), dikabarkan mengikuti pesta-pesta seks yang didanai oleh para gembong besar kartel narkotika dan obat-obat terlarang.

Laporan federal yang dirilis hari Kamis (26/3/2015) memaparkan sejumlah kasus kelakuan bejat para aparat penegak hukum lembaga anti-narkoba Amerika Serikat, DEA, serta beberapa lembaga penegak hukum AS lainnya.

Laporan itu menyebutkan bahwa sejumlah kasus bahkan tidak diproses atau diselidiki lebih lanjut atau tidak dilaporkan sama sekali, lansir BBC.

Dalam satu bagian laporan itu dipaparkan bagaimana agen-agen DEA menghadiri pesta-pesta seks dengan para pelacur yang digelar oleh gembong-gembong kartel narkoba di sebuah negara asing.

Laporan itu tidak menyebutkan nama negara yang dimaksud. Namun, seorang petugas penegak hukum federal mengatakan kepada Associated Press bahwa pesta seks tersebut berlangsung di Colombia.

Menurut laporan tersebut, pesta-pesta seks itu dilakukan di sebuah kantor yang disewa pemerintah, di mana laptop dan telepon genggam milik para aparat hukum Amerika itu berada.

Namun, penyelidik (internal) di DEA pada saat itu tidak melaporkan kasus tersebut, karena mereka “tidak percaya” para agen khusus itu berani melakukan tindakan yang sangat berisiko tinggi tersebut.

Parahnya, laporan itu juga menyebutkan bahwa para agen Amerika itu dihujani dengan uang, hadiah-hadiah mahal dan bahkan senjata api.

Tujuh agen DEA yang mengaku ikut melakukan tindakan bejat itu telah dijatuhi hukuman berupa skor berkisar antara dua hingga 10 hari. Satu orang dinyatakan tidak bersalah.

Seorang pejabat DEA mengatakan kepada petugas penyelidik bahwa “prostitusi dinggap sebagai bagian dari budaya lokal dan ditoleransi di daerah-daerah tertentu yang disebut ‘zona toleransi’.”

Kelakuan bejat lain yang dilakukan penegak hukum Amerika termasuk melakukan pendekatan seksual yang tidak diinginkan oleh orang lain (targetnya), melakukan hubungan seks antara instruktur pelatihan dan peserta didiknya, serta hubungan antara atasan dengan anak buahnya.

Laporan itu dibuat berdasarkan hasil investigasi dari tahun 2009 sampai 2012 atas badan-badan atau lembaga penegak hukum dan keamanan pemerintah Amerika Serikat termasuk FBI, DEA, US Marshals Service, serta Bureau of Alcohol, Tobacco, Firearms and Explosives.*

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: