Archive for the Opini Category

“Pesan Ukhuwah” Guru Sidogiri Menjadi Viral di Media Sosial

Posted in Berita, Opini with tags on November 25, 2014 by khabarislam

“Pesan Ukhuwah” Guru Sidogiri Menjadi Viral di Media Sosial

khabarislam.wordpress.com. Perpecahan di tubuh umat Islam seringkali diawali dengan sikap ashabiyah alias fanatik terhadap kelompoknya. Antar harakah Islam atau ormas Islam saling mengklaim kelompoknya yang paling benar, sementara kelompok lain banyak salahnya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Golongan yang sedikit bisa mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.

Posted in Opini with tags on November 15, 2014 by khabarislam
Photo: Siap Hadapi Tantangan!

#Perempuan #Khilafah #Politik
#IndonesiaMilikAllah

Golongan yang sedikit bisa mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.

Tegaknya khilafah, hanya soal waktu. Kembalinya khilafah kini bukan lagi sebatas harapan yang diliputi keraguan, namun telah menjadi keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Keniscayaan itu bagaikan kepastian datangnya sinar fajar yang terbit setelah malam yang gelap.

Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia M Ismail Yusanto menyebut beberapa indikasi. Di antaranya, kesadaran umat yang kian meningkat disertai keinginan tegaknya kembali khilafah untuk menyatukan kaum Muslim dari penindasan musuh-musuhnya; negara super power [baca: Amerika Serikat] jatuh dalam kesulitan; dan para penguasa di negeri Islam telah jatuh wibawanya di mata rakyatnya.

Menurutnya, kaum Muslim harus optimistis terhadap tegaknya khilafah ini. Ia memperingatkan kaum Muslim bahwa bersikap lemah dan putus asa itu diharamkan oleh Allah SWT. Ia mengutip firman Allah antara lain surat Yusuf [12]: 87; Ali Imran [3]:  139. Ia juga mengingatkan firman Allah dalam surat Al Baqarah [2]: 249 bahwa golongan yang sedikit bisa mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.

Tantangan Potensial

Ismail menyebutkan tantangan yang muncul pasca berdirinya khilafah nanti. Pertama, tantangan internal (dalam negeri), yaitu tantangan yang akan muncul dari dalam negara khilafah; kedua, tantangan eksternal (luar negeri), yaitu tantangan yang akan muncul dari luar negara khilafah.

Secara internal, tantangan itu ada lima, yakni (1) penerapan Islam secara revolusioner/sekaligus—bukan bertahap, (2) aktivitas penyiapan pemikiran dan mental umat guna menghadapi serangan-serangan dari luar negeri, baik serangan fisik, serangan pemikiran, maupun embargo; (3) keterbatasan berbagai potensi atau sumber daya (manusia, dana, cadangan pangan, obat-obatan, bahan bakar, dll); (4) persiapan persenjataan militer, dan segala sesuatu yang menjadi konsekuensi dari persiapan ini; dan (5) penghapusan dan pengubahan berbagai realitas buruk peninggalan sistem lama dalam segala bentuknya dalam segala bidang, di bidang politik ekonomi, sosial, dan sebagainya.

Di dalamnya antara lain bagaimana mengubah sistem pendidikan, menata media massa, transformasi sistem mata uang, perbaikan sistem birokrasi, penataan ulang kepemilikan umum, restrukturisasi angkatan bersenjata dan kepolisian, dan penyelesaian berbagai tanggung jawab yang terkait hak dan kewajiban sebelum khilafah tegak.

Sementara secara eksternal, tantangan yang potensial akan muncul ada tiga  macam: (1) perang fisik; (2) perang pemikiran; dan (3) embargo.

Menjawab Tantangan

Negara khilafah berdiri untuk melaksanakan Islam secara revolusioner, bukan bertahap (tadaruj). Dalam kaitan ini, kata Ismail, negera wajib memahamkan rakyat tentang khilafah itu sendiri beserta kewajiban, asas, tujuan, dan lainnya. Intinya adalah sosialisasi konstitusi negara khilafah. Caranya bisa melalui media massa dan sarana lain yang memungkinkan.

Untuk mengatasi masalah keterbatasan berbagai potensi dan sumber daya, kata Ismail, secara garis besar ada dua solusi yaitu solusi dari negara dan dari umat. Negara bisa menyiapkan sumber daya baru dan/atau memanfaatkan segala sumber daya yang sudah dimiliknya seoptimal mungkin. Pada saat yang sama negara menyeru umat Islam (baik di dalam negeri maupun yang ada di luar negeri) untuk mengorbankan harta di jalan Allah secara sukarela (tabarru’at).

Khusus tentang persiapan persenjataan militer, jelas Ismail, negara bisa menempuh jalan seperti mencari dana baru dan/atau mengoptimalkan dana yang sudah dimiliki untuk membeli persenjataan dalam berbagai jenisnya. Termasuk memanfaatkan dana zakat. Negara pun bisa menyeru rakyat untuk membantu secara sukarela.

Sedangkan untuk mengatasi masalah penghapusan berbagai kerusakan akibat sistem lama, maka upaya yang dilakukan adalah mengeluarkan berbagai undang-undang/peraturan baik syar’i maupun idari (administratif) di berbagai bidang, termasuk penyiapan sarana dan prasarana fisik, serta penyiapan sumberdaya manusia baru, yang memiliki kepribadian Islam (syakhshiyah Islam) dan kapabilitas profesional.

Sementara itu dalam menghadapi perang fisik, Ismail menjelaskan, negara mempersiapkan rakyat karena serangan musuh biasanya butuh waktu. Selain itu, negara khilafah melakukan manuver politik dan menjalankan manajemen krisis dengan baik. Tak ketinggalan, khilafah melakukan komunikasi/dialog secara tepat, baik komunikasi dengan bangsa-bangsa Muslim maupun dengan bangsa-bangsa kafir.

Terkait perang pemikiran, jelasnya, negara khilafah akan menjelaskan kebenaran ideologi Islam; dan membongkar kejahatan negara-negara Barat dan sekaligus penderitaan dunia akibat penerapan ideologi Barat (kapitalisme) yang rusak; menjelaskan akibat tidak adanya penerapan Islam dengan benar.

Khusus tentang kemungkinan embargo, lanjut Ismail, negara khilafah akan menghitung

dengan cermat, berapa lama embargo akan dilakukan musuh untuk memperkirakan sejauh mana ketahanan masyarakat; menyusun program untuk mengatasi dampak buruk akibat embargo, dan mengeksplorasi dan mengolah segala potensi dan sumber daya dalam negeri seperti tambang, pertanian, industri, dll.

Adapun langkah-langkah luar negeri antara lain berusaha menembus embargo, baik secara terbuka maupun rahasia; dan berupaya menghentikan embargo dengan segala langkah yang memungkinkan. Dan tak kalah penting, adalah memanfaatkan isu embargo ini untuk membangkitkan solidaritas kaum Muslimin, membangkitkan perlawanan kaum Muslimin untuk menentang penguasa agen di negara tetangga khilafah, dan memanfaatkan isu ini untuk membuktikan betapa kejamnya langkah politik kaum kafir atas kaum Muslimin. [] MJ

BOKS

Bila Raksasa itu Bangkit

Negeri Muslim menyimpan potensi kekuatan yang dahsyat. Tak salah jika Barat menyebut dunia Islam sebagai raksasa yang sedang tidur. Sayangnya, banyak orang tak mengetahuinya.

Sumaryono, peneliti Bakosurtanal, dalam sebuah kesempatan menguraikan potensi geostrategis dan geopolitis umat islam, beliau menjelaskan bahwa terdapat lima potensi yang dimiliki umat Islam ketika tegaknya negara khilafah. Potensi itu adalah populasi, militer, ekonomi, geostrategic, dan potensi ideologi.

Bila semua negeri Muslim bersatu di bawah bendera khilafah, maka khilafah memiliki 1,5 milyar lebih penduduk beragama Islam atau 23 persen dari total populasi dunia.

Dunia Islam memiliki 5,59 juta orang tentara aktif dan 22,42 juta orang militer gabungan dibandingkan dengan AS yang hanya memiliki 1,47 juta tentara aktif dan 3,38 juta tentara gabungan.

Adapun dari potensi ekonomi, wilayah negara khilafah mampu memproduksi beras, gandum, sereal, kacang hijau, kapas dll bahkan mengekspornya dan memenuhi 80 persen pasar dunia. Modal untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan telah ada dan lebih dari cukup. Khusus bahan obat ternyata dunia sangat bergantung 90 persen pada produksi opium dunia Islam.

Penyatuan dunia Islam di bawah khilafah akan menguasai 72,12 persen cadangan minyak, 61 persen cadangan gas, 22,06 persen cadangan uranium dan akan menguasai cadangan emas serta bijih besi terbesar di dunia.

Selain itu negara khilafah akan memiliki kontrol penuh atas rute-rute yang paling penting dari selat Gibraltar di Maroko melewati Mediterania, Bosporus melalui terusan Suez, Samudera Hindia, dan Selat Malaka.

Di samping itu khilafah akan memiliki generasi-generasi terbaik yang hidup di tengah-tengah manusia sementara AS dan Eropa hanya memiliki generasi yang rusak karena pergaulan bebas, kecanduan miras dan narkoba serta terbiasa berbuat kriminal.[] (Media Ummat, 5 Mei 2014)

Sumber : http://www.mediaumat.com/media-utama/5449-125-siap-hadapi-tantangan.html
 ***

Jika Sahabat Muslimah ingin bergabung bersama MUSLIMAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA dan bersama kita mendakwahkan Islam, bisa melayangkan pesan berupa nama asli, alamat lengkap, dan no. telp/hp yang bisa dihubungi pada inbox fanpage Muslimah4Khilafah serta tulis juga motivasi Sahabat ingin memperjuangkan Syariah dan Khilafah.

---------
Dukung terus Opini Syariah dan Khilafah dengan klik LIKE, KOMENTAR, TAG dan BERBAGILAH STATUS ini. Semoga menjadi amal sholih buat kita bersama.

**********************************************
Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia
Www.hizbut-tahrir.or.id
Facebook : www.facebook.com/muslimah4khilafah
Twitter : www.twitter.com/women4khilafah
Youtube : www.youtube.com/user/MUSLIMAHMEDIACENTER
Radio CWS : www.muslimah-htichannel.blogspot.com/
÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷khabarislam.wordpress.com. Tegaknya khilafah, hanya soal waktu. Kembalinya khilafah kini bukan lagi sebatas harapan yang diliputi keraguan, namun telah menjadi keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Keniscayaan itu bagaikan kepastian datangnya sinar fajar yang terbit setelah malam yang gelap. Baca lebih lanjut

Kau Kira Khilafah akan Tegak dengan Konferensi?

Posted in Opini with tags on Oktober 17, 2014 by khabarislam
 khabarislam.wordpress.com. Di tengah agenda da’wah yang kian padat, yang di antaranya adalah agenda da’wah kolosal dengan ribuan hingga ratusan ribu peserta sebagain orang melihat pekerjaan sebagian pengemban da’wah hanyalah menggelar konferensi demi konferensi. Hingga tidak jarang menimbulkan komentar seperti judul tulisan ini atau yang semakna.

Baca lebih lanjut

Komentar Jacqui Lambie Tentang Hukum Syariah Membuat Marah Para Pemimpin Muslim

Posted in Berita, Luar negri, Opini with tags on Oktober 3, 2014 by khabarislam
Komentar Jacqui Lambie Tentang Hukum Syariah Membuat Marah Para Pemimpin Muslimkhabarislam.wordpress.com. Para pemimpin Islam di Queensland mengatakan pernyataan Senator PUP bahwa ‘Ketika berkaitan dengan hukum syariah, bagi saya, hal itu jelas melibatkan terorisme” yang akhirnya akan memprovokasi intoleransi

Para pemimpin Muslim telah bereaksi dengan marah terhadap komentar senator dari Partai Persatuan Palmers (PUP) Jacqui Lambie yang menghubungkan hukum Islam dengan terorisme.

Baca lebih lanjut

Mantan Menteri Pendidikan: Ada Bisnis Seks di Balik Kontes Kecantikan

Posted in Analisis, Opini with tags on September 6, 2013 by khabarislam
khabarislam.wordpress.com. Ini pernyataan mantan Menteri Pendidikan Prof Dr Daoed Joesoef yang diwawancarai wartawan hidayatullah.com 5 bulan lalu seputar ajang ratu kecantikan.

Karena penting dan relevan untuk diketahui seputar dunia hitam yang menurut Daoed Joesoef berlindung di balik kontes, sekaligus warning, bahwa ajang ratu-ratuan ini sungguh sangat tak layak untuk digelar, maka informasi menteri di era Soeharto itu perlu kembali dirilis. Baca lebih lanjut

MIUMI: “Penyelenggara Miss World, Iblis yang Sebenarnya!”

Posted in Berita, Opini with tags on September 6, 2013 by khabarislam

khabarislam.wordpress.com. Wakil Ketua MIUMI Adian Husaini menyatakan penyelenggara Miss World adalah iblis yang sebenarnya. “Kita menghadapi kekuatan yang cerdas, iblis yang sebenarnya, iblis itu lulusan surga, jadi tidak main-main,” ungkapnya saat menyikapi Miss World dalam acara Silaturahim MIUMI dan Tokoh Perempuan Indonesia, Senin (2/9) di AQL Islamic Center, Tebet Utara I No 40, Jakarta Selatan. Baca lebih lanjut

Utsman Badar : Pesan Idul Fitri Pemimpin Barat Sekedar Basa Basi

Posted in Luar negri, Opini with tags on Agustus 12, 2013 by khabarislam

khabarislam.wordpress.com. Perdana  Menteri Australia Kevin Rudd dan Menteri Luar Negeri Bob Carr keduanya telah mengeluarkan video berisi pesan Idul Fitri yang dirilis untuk menyampaikan “harapan hangat” dan omong kosong yang muluk-muluk tentang bagaimana “memajukan perdamaian dan keharmonisan” dan “menghormati semua agama”. Bob Carr juga masing-masing berbicara setelah Shalat Idul Fitri di masjid Lakemba dan masjid Rooty Hill pada hari Kamis dan Jumat. Baca lebih lanjut

Maktab Palestina: Masjid Al-Aqsa Pada Hari Jum’at Pertama Ramadhan Gempar Dengan Dakwah Penegakan Khilafah

Posted in Luar negri, Opini with tags on Juli 20, 2013 by khabarislam

khabarislam.wordpress.com. Pada hari Jum’at pertama Ramadhan, para pengemban dakwah menghiasi halaman Masjid Al-Aqsa al-Mubarak dengan ar-râyah dan al-liwâ’, serta puluhan halqah (kajian) ilmu.

Setelah selesai shalat Jum’at pertama Ramadhan di Masjid Al-Aqsa al-Mubarak, para pengemban dakwah dan para pendukung Hizbut Tahrir memecah suasana dengan pekikan takbir, yel-yel dan berbagai slogan yang membangkitkan kembali kemuliaan, dan kabar gembira bagi kaum Muslim, “hancurkan Amerika, hancurkan Prancis, hancurkan Inggris, dan taklukkan Roma, …”. Baca lebih lanjut

Di Australia, Geert Wilders akan Kampanye Anti Islam

Posted in Luar negri, Opini, Politik with tags on Februari 15, 2013 by khabarislam

khabarislam.wordpress.com. Politisi sayap kanan asal Belanda Geert Wilders yang kerap menyerang Islam berencana akan berkunjung ke Australia. Australia sendiri memiliki sikap sendiri menghadapi politisi yang sering menyinggung suku, ras, dan agama (SARA) ini.

Kepada program televisi ABC, ‘Lateline’, Wilders ingin memperingatkan Australia yang membiarkan imigrasi besar-besaran orang-orang dari negara Muslim, “sebab Islam dan kebebasan tidak kompatibel.” Baca lebih lanjut

Gubernur Jabar: Bela Palestina Kewajiban Agama

Posted in Berita, Opini with tags on Juli 4, 2012 by khabarislam

khabarislam.wordpress.com.  Mendorong kemerdekaan Palestina bukan semata-mata berangkat dari kewajiban kemanusiaan, tetapi lebih dari itu adalah kewajiban agama. Demikian ditegaskan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam sambutannya pada hari pertama Konferensi Internasional untuk Pembebasan al-Quds dan Palestina di Hotel Savoy Homann, Bandung, Jawa Barat (04/07/2012). Baca lebih lanjut